Rabu, 16 Januari 2013

Hukuman Bagi Dewi Liku

HUKUMAN BAGI DEWI LIKU

KETIKA Raja Daha mendengar berita, bahwa Raden Inu Kertapati telah kembali ke Kuripan dan akan menikah dengan Dewi Candra Kirana, beliau sangat terkejut. Lalu mengirim utusan, meminta penjelasan, apa sebenarnya yang telah terjadi. Terutama mengenai Dewi Candra Kirana, puterinya, yang selama ini dianggap telah tiada.
Utusan yang dikirim telah kembali dari Kuripan. Membawa penjelasan selengkap-lengkapnya mengenai diri Dewi Candra Kirana dan Raden Inu Kertapati. Raja Daha seperti baru tersadar dari pengaruh yang selama ini membuat dirinya selalu menuruti apa yang dikehendaki Dewi Liku, selirnya. Ia menjadi murka. Lalu dipanggilnyalah Dewi Liku.
“Karena hatimu yang dengki, anakku Dewi Candra Kirana nyaris tak akan kutemui lagi. O, Dewi Liku, engkau benar-benar wanita berhati ular. Untuk itu kau harus mendapat hukuman!” kata Raja Daha dengan nada keras.
“Ampuni hamba,’kanda...” kata Dewi Liku dengan sedih. “Hamba mengakui semua kesalahan hamba, dan hamba bersedia menerima hukumannya.”
“Kau dan Dewi Ajeng akan kukucilkan!”
“Kanda, janganlah Dewi Ajeng harus menderita. Dia tidak bersalah. Dia hanya salah didikan, salah asuhan. Hambalah penyebabnya, dari itu biar hambalah yang dihukum. Mengenai Dewi Ajeng, bagaimana pun juga dia adalah darah daging kakanda. Kewajiban kakanda-lah untuk merubah dirinya, sehingga menjadi puteri yang baik perilakunya.
Kemudian Dewi Liku dikirim ke tempat pengucilan. Karena tidak biasa hidup di pengucilan, akhirnya jatuh sakit. Cukup lama sakitnya, akhirnya menghembuskan napasnya yang terakhir. Sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, keadaannya ketika meninggal itu sangat menyedihkan.
Dewi Ajeng telah insap. Berkat didikan yang lurus yang diterimanya, iapun menjadi puteri yang berperilaku sangat baik. Kemudian mendapat jodoh, seorang satrya yang sepadan dengan derajatnya. Hidup berbahagia, meskipun derajat suaminya tidak setinggi dan seluhur Raden Inu Kertapati.
Raden Inu Kertapati dan Dewi Candra Kirana hidup sebagai pasangan yang serasi. Sangat bahagia. Mereka memang sangat berbahagia, apalagi ketika peresmian pernikahannya disaksikan oleh Raja Daha. Maka pernikahannya itu benar-benar suatu pernikahan yang sempurna.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar